Konvergensi jaringan dan keamanan di tepi cloud: masalah, arsitektur, aplikasi, dan arah ke depan.
| Aspek | Tradisional | SASE |
|---|---|---|
| Topologi | Semua lewat satu pusat (hub-and-spoke) | Setiap lokasi masuk ke PoP terdekat |
| Jalur ke cloud | Memutar lewat kantor pusat | Langsung dari PoP terdekat |
| Model akses | Masuk VPN = bisa ke seluruh jaringan | ZTNA: hanya ke aplikasi yang diizinkan |
| Keamanan | Banyak perangkat terpisah di kantor pusat | Satu layanan cloud terpadu |
| Biaya | Beli perangkat di awal, ganti saat penuh | Berlangganan, kapasitas menyesuaikan |
Tim jaringan mengelola konektivitas WAN; tim keamanan mengelola appliance di perimeter. Masing-masing punya konsol, kebijakan, dan data sendiri.
| Dimensi | Security stack di cabang | Thin branch · heavy cloud |
|---|---|---|
| Perangkat | Firewall besar di setiap kantor | Perangkat SD-WAN kecil |
| Kapasitas | Ganti perangkat saat tidak cukup | Ditambah otomatis di cloud |
| Pemasangan | Teknisi datang, atur manual | Perangkat mengatur diri sendiri |
| Aturan | Diatur per perangkat, mudah berbeda | Satu aturan terpusat |
Standar SASE pertama. Menetapkan hal yang harus disepakati penyedia dan pelanggan: fungsi keamanan, aturan akses, dan koneksi.
Zero Trust: jangan percaya siapa pun secara otomatis. Setiap pengguna, perangkat, dan aplikasi harus diperiksa.
Negara tempat data dibuka dan dicatat menentukan hukum yang berlaku. Rujukan: UU PDP No. 27/2022, PP 71/2019.
Perangkat IoT tidak bisa dipasangi aplikasi keamanan. Sistem mengenalinya dari cara ia berkomunikasi di jaringan.
PT A dan PT B sama-sama memakai alamat 10.0.0.0/8, dan keduanya punya 10.20.0.0/16. Pilih cara penggabungan di atas.
Tim jaringan ingin koneksi cepat, tim keamanan ingin pemeriksaan ketat. SASE memaksa kedua tim bekerja di satu sistem, sehingga cara kerja dan anggaran harus ikut berubah.
Ketergantungan pada satu penyedia. Aturan, aplikasi di laptop, dan data log memakai format masing-masing penyedia, sehingga sulit pindah ke penyedia lain.
Jika layanan penyedia terganggu, koneksi dan keamanan ikut terganggu. Perlu diputuskan sejak awal: saat gangguan, trafik dibiarkan lewat tanpa diperiksa atau diblokir?
Teknologi enkripsi terbaru makin sulit dibuka untuk diperiksa. Membuka isi trafik karyawan juga memunculkan pertanyaan soal privasi dan etika.
Jika PoP terdekat ada di Jakarta atau Singapura, pengguna di Makassar atau Papua butuh waktu lebih lama untuk mencapainya (lihat kalkulator di slide 07).
Ada batas jaringan (perimeter). Yang di dalam jaringan kantor dianggap aman.
Aplikasi pindah ke cloud, keamanan tertinggal di kantor pusat, data memutar.
Aturan mengikuti pengguna dan diperiksa di PoP terdekat.
Dari keamanan berbasis lokasi ke keamanan berbasis identitas.
Gabungan jaringan dan keamanan, pemeriksaan single-pass, PoP tersebar.
MEF 117/118 jadi acuan; memindahkan aturan antarpenyedia masih bahan riset.
Mulai dari pekerja remote, lalu kantor cabang, lalu satu platform.
Seluruh angka latensi pada simulasi bersifat ilustratif untuk menjelaskan konsep, bukan hasil pengukuran.